Kumpulan informasi-informasi dari berbagai sumber
Tampilkan postingan dengan label OLAH RAGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OLAH RAGA. Tampilkan semua postingan

“Blue Force” Lolos Ke Divisi Utama

Perjuangan Madiun Putra FC (MPFC) telah membuahkan keberhasilan. Tim sepak bola kebanggaan warga Kota Madiun ini lolos ke Divisi Utama, setelah menambahkan 1 poin dari hasil seri 1 – 1 melawan Persip Pekalongan di Stadion Singa Perbangsa Karawang tadi malam (7/12).

Sebelum ini, di putaran ke III Divisi I MPFC mengalahkan PSGL Gayo Luwes Aceh dengan skor 3 – 1 dan kalah 1 – 0 dari Persepam Pamekasan. Dan dengan perjuangan tak kenal lelah untuk mengharumkan nama Kota Madiun di kancah persepakbolaan tingkat Nasional, akhirnya tim MPFC Kota Madiun lolos ke Divisi Utama bersama dengan Persepam Pamekasan.

Hal ini membuktikan bahwa MPFC tidak hanya jago di kandang, tetapi walaupun bermain di luar kandang MPFC tetap menunjukkan keperkasaannya. “Tim ini bisa dikatakan bayi ajaib. Belum sampai 2 tahun sudah mampu menembus level Divisi Utama,” ujar Walikota Madiun, Bp. H. Bambang Irianto, SH, MM yang selalu setia mendampingi perjuangan kesebelasan MPFC.

Dengan lolosnya MPFC ini, semoga masyarakat Kota Madiun mendapatkan suguhan sepak bola berkualitas dan secara ekonomi mampu meningkatkan pendapatan bagi seluruh elemen masyarakat Kota Madiun.

SUMBER:
madiunkota.go.id

PORKAB. Magetan 2010

Bupati Magetan, Drs.H.Sumantri.M.M pada tanggal 23/12/’10 membuka secara resmi Pekan Olah Raga Kabupaten (PORKAB) Magetan yang bertema “Mewujudkan Magetan Sebagai Kota Prestasi” di Stadion Yosonegoro, Magetan
Pembukaan Acara dimeriahkan dengan atraksi terjung payung oleh 30 personil Paskhas TNI AU Batalyon 464 Malang, pasukan Para yang mendarat langsung menyerahkan bendera Porkab ke Bupati Magetan untuk dikibarkan.
Dalam sambutannya, Bupati Magetan menyampaikan bahwa pelaksanaan PORKAB ini bertujuan membina kekeluargaan, persaudaraan, sertapersahabatan dalam rangka menjalin kesatuan dan persatuan Nasional , serta dalam pertandingan harus menjaga sportifitas, keamanan, dan menjaga nama baik daerah., ungkap Sumantri
PORKAB berlangsung tanggal 23 s/d 27 Desember 2010 denganmempertandingkan 10 cabang olah raga: Sepak Bola, Bola Folly, Basket, Bulutangkis, Renang, Catur, Pencak Silat, Sepak Takraw, Tenis Meja, dan Atletik. dengan diikuti 2368 atlit yang berasal dari 18 kecamatan di Kabupaten Magetan. [MOn]

SUMBER:
http://magetanonline.com

SBY: Tetap Sportif Walau Timnas Dicurangi

INILAH.COM, Bogor - Banyak orang geram terhadap kekalahan Timnas Indonesia yang diakibatkan oleh gangguan laser saat melawan Timnas Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Minggu (26/12/2010) malam.

Meski begitu, kepada para suporter Timnas Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan untuk tidak mengikuti perilaku para supporter Malaysia di pertandingan itu.

"Marilah kita menjadi bangsa yang sportif dalam berolahraga, tetap dengan semangat persaudaraan tetapi kita gigih berjuang," ujar Presiden SBY usai acara nonton bareng laga Indonesia vs Malaysia, di Puri Cikeas Indah, Bogor, Minggu (26/12) malam.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, itu, Firman Utina dan kawan-kawan sempat mendapat gangguan dari penonton tuan rumah. Sinar laser sering ditembakkan ke mata kiper Markus Haris Maulana. Akibatnya, Markus protes dan pertandingan sempat terhenti beberapa saat.

Ketika peristiwa itu terjadi, Presiden meninggalkan tempat duduknya dan melakukan kontak dengan Menpora Andi A Mallarangeng yang menonton langsung di Stadion Bukit Jalil. Acara nonton bareng di Cikeas ini sendiri dipenuhi wajah-wajah kecewa. Ada juga yang geregetan dengan penampilan timnas Indonesia yang tidak pada performance mereka selama ini.

Kegiatan nonton bareng malam ini, di kediaman pribadi SBY digelar di dua lokasi sekaligus. Pertama di pendopo dan lapangan kecil tak jauh dari rumah SBY. Dalam kesempatan itu SBY tampak mengenakan jersey merah timnas dengan nomor punggung 9 milik Christian Gonzales.

Diakhir pertandingan, saat terbukti Timnas Indonesia menderitakekalahan 0-3 dari Malaysia, Presiden SBY dan Ibu Ani tetap mencoba senyum. "Tak perlu kecil hati, masih ada hari esok," ujar SBY sambil menghibur beberapa tamu undangan acara nonton bareng.[iaf]

Gol Pertama Kacaukan Segalanya

Senin, 27 Desember 2010 , 06:22:00

KUALA LUMPUR -- Tim nasional Indonesia berangkat ke Malaysia dengan penuh optimisme. Gelar juara Piala AFF 2010 seolah sudah di depan mata. Kemenangan telak 5-1 di babak penyisihan grup A di Jakarta pada 1 Desember lalu menjadi modal utama.

Tak heran bila ribuan warga Indonesia berangkat ke Kuala Lumpur untuk mendukung timnas. Tak heran pula bila puluhan ribu, mungkin ratusan ribu, lainnya rela antre gila-gilaan untuk mendapat tiket "berpesta" di leg kedua final pada 29 Desember mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Antisipasi pesta juara itu memang seperti tak terbendung. Media cetak mendedikasikan berhalaman-halaman untuk menuju kemenangan. Media televisi menyediakan puluhan jam tayang untuk mengikuti segala gerak-gerik timnas. Bahkan, sejumlah iklan televisi dadakan dibuat untuk ikut bersiap ikut pesta kemenangan.

Alamaaak." Indonesia kecolongan di Stadion Nasional Bukit Jalil. Hingga akhir babak pertama, rasa optimisme itu masih terasa. Lalu tiba gol pertama Malaysia yang dicetak Safee Sali pada menit ke-60. Setelah itu, perasaan seluruh pemain timnas dan jutaan pendukung di Indonesia seperti tergelincir ke jurang dalam. Pada menit ke-68, gol kedua Malaysia dicetak Mohd Ashaari Samsudin. Dua menit berselang, Safee Sali mencetak gol ketiga tuan rumah.

Alamaak". Indonesia kecolongan 0-3. Ini kekalahan pertama timnas Indonesia di pentas Piala AFF 2010. Pada lima laga sebelumnya, Firman Utina dkk tampil gemilang dan selalu meraih kemenangan. Tiga kali di babak penyisihan grup dan dua kali di semifinal. Pencapaian inilah yang membakar euforia warga Indonesia saat timnas melakoni leg pertama final di Bukit Jalil kemarin.

Namun, yang terjadi di atas lapangan berkata lain. Timnas dipaksa pulang dengan tangan hampa. Sejumlah peluang sebenarnya diciptakan timnas. Salah satunya lewat tendangan Ahmad Bustomi yang menerima umpan Christian Gonzales pada menit ke-27. Namun, tendangan Bustomi melesat ke samping kiri gawang Malaysia yang dikawal Khairul Fahmi Bin Che Mat.

Di babak kedua, Indonesia pun lebih dulu menekan. Gol Gonzales pada menit ke-50 dianulir wasit Toma Masaaki dari Jepang karena penyerang berdarah Uruguay itu offside. Pertandingan sempat terhenti karena pemain timnas protes terkait dengan serangan laser yang dilakukan pendukung Malaysia. Namun, setelah itu laga dilanjutkan kembali.

Gol pertama Malaysia benar-benar menjadi pukulan telak bagi timnas. Gol itu lahir karena kecerobohan bek Maman Abdurahman saat mengawal penyerang Malaysia Norshahrul Idlan Talaha. Maman gagal melindungi bola yang kemudian diserobot Norshahrul. Setelah melewati beberapa pemain Indonesia, dia melayangkan umpan kepada Safee Sali yang menuntaskannya menjadi gol.

Setelah gol pertama itu, performa pemain Indonesia jadi kacau. Malaysia pun dengan mudah mencetak gol kedua dan ketiganya. Lagi-lagi gol lahir karena kesalahan barisan pertahanan Indonesia. "Selamat kepada Malaysia. Sekarang mereka tim favorit juara," kata Alfred Riedl, pelatih Indonesia, dalam konferensi pers setelah pertandingan."

Dia menyatakan bahwa gol pertama Malaysia mengacaukan segalanya. "Di babak pertama laga berjalan normal."Juga di awal babak kedua. Tapi, setelah skor 1-0, semuanya berubah. Tim Malaysia lebih percaya diri dan pertahanan kita bingung," ungkap pelatih asal Austria itu.

Di sisi lain, pelatih Malaysia Krishnasamy Rajagopal menyebut kemenangan 3-0 timnya sebagai modal untuk melawat ke Jakarta. "Tim melakukan start dengan bagus. Sayang, pemain terlalu tergesa-gesa di babak pertama," kata Rajagopal. "Kami tampil lebih baik di babak kedua dan pemain mampu menuntaskan tiga peluang dari beberapa peluang yang kami dapat dengan bagus," lanjutnya.

Dengan kemenangan tiga gol tanpa balas, Malaysia kini di atas angin. Tim berjuluk Harimau Malaya itu berpeluang mengulang sukses saat mengalahkan Vietnam pada semifinal lalu. Saat itu Malaysia menang 2-0 pada laga pertama di kandang dan sukses menahan Vietnam 0-0 saat melakoni laga kedua di Hanoi.

Sebaliknya, Indonesia harus bekerja keras pada final kedua nanti. Selain beban defisit tiga gol, Indonesia terancam sanksi dari AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara) seiring dengan rusuhnya penjualan tiket di Jakarta kemarin. Bukan tidak mungkin Indonesia kehilangan kesempatan menjadi tuan rumah. "Kami mengimbau semua pihak agar membantu menciptakan situasi kondusif. Apabila hal-hal tidak baik ini berlanjut, AFF pasti memindahkan pertandingan final kedua ke tempat netral," kata Nurdin Halid, ketua umum PSSI.

"Kami memohon kesabaran dan pengertian masyarakat Indonesia. Jangan berbuat anarkistis dan merusak fasilitas. Bila tidak memenuhi syarat, pertandingan final leg kedua akan dipindahkan oleh AFF," ujar pria yang pernah berjanji mundur jika Indonesia gagal juara Piala AFF itu. Nurdin menyatakan bahwa PSSI sudah mendapat peringatan keras dari AFF. "Jika pihak keamanan tidak bisa mengatasi permasalahan seperti ini, pertandingan bisa dipindahkan ke tempat netral," cetusnya.

Terlepas dari tensi panas pertandingan di atas lapangan, hubungan antarsuporter Malaysia dan Indonesia tetap mesra. Puluhan ribu pendukung kedua tim berbaur memenuhi tribun Stadion Bukit Jalil tanpa ada gesekan. Suporter tuan rumah dan Indonesia tampak bagitu akrab. Di beberapa sudut stadion mereka bahkan berfoto bersama dengan menyandingkan kedua bendera.

Dengan kekalahan begitu besar, masih bisakah Indonesia merebut juara Piala AFF 2010? Untuk juara, Indonesia harus menang 4-0. Minimal, memaksakan kemenangan 3-0 agar pertandingan di Jakarta nanti dilanjutkan hingga perpanjangan waktu.

Mampukah Indonesia? Yang pasti, timnas butuh dukungan. Ini agar mereka bisa kembali mendaki dinding jurang, menghasilkan pesta yang sudah dinanti-nantikan "sampai menghasilkan kematian karena antrean" di Gelora Bung Karno. Yang mungkin menjadi pertanyaan lebih besar: Masihkah dukungan diberikan" Ataukah para pendukung telanjur loyo oleh kekalahan telak di Malaysia" Di Gelora Bung Karno, 29 Desember nanti, yang diuji bukan hanya ketangguhan mental para pemain timnas Indonesia. Yang diuji juga kesetiaan dan semangat jutaan warga Indonesia dalam mendukungnya. (ali/c2/ca/aza)]

Sumber:

Miing: Kalau Tak Mampu, PSSI Sewa Saja Agen Penjualan Tiket

Jakarta - Anggota Komisi X (bidang olahraga) DPR Dedi Gumelar kecewa atas sistem penjualan tiket yang dilakukan PSSI. Menurutnya, jika PSSI tak mampu mengelola, sebaiknya sewa agen penjualan tiket profesional sehingga kericuhan tidak terulang lagi.

"Harusnya menyewa agen penjualan tiket yang profesional kalau PSSI tidak bisa menangani penjualan tiket ajang internasional seperti ini (AFF)," kata pria yang akrab disapa Miing ini kepada detikcom, Minggu (26/12/2010).

Miing berharap pembagian kupon maupun penjualan tiket tidak terkonsentrasi di Stadion Gelora Bung Karno saja, namun merata di seluruh daerah. Ia minta agar PSSI mencontoh Malaysia, yang menjual tiket lebih rapi sehingga tidak menimbulkan kericuhan.

"Kami sudah mengkritisi. Kalau kita lihat penjualan tiket di Malaysia tidak ricuh, ternyata mereka rapi," terang komedian ini.

"Saya kecewa. Pengurus PSSI semua ada di Malaysia jadi pengambil keputusan di sini tidak ada. Nggak tahu itu manajemennya seperti apa," imbuh politisi PDIP tersebut.

Rencananya, setelah masa reses DPR usai, Miing akan mengusulkan agar PSSI dipanggil untuk dimintai pertanggungjawabannya. Ia berharap kejadian kericuhan pembelian tiket tidak akan terjadi di ajang sepak bola internasional lainnya.

Sebelumnya diberitakan, Minggu (26/12/2010), kemarin, terjadi kericuhan antar calon penonton pertandingan leg ke-2 antara Indonesia VS Malaysia. Fans yang sudah mengantre sejak Sabtu (25/12) malam ribut dengan para penonton yang baru datang pagi hari. Mereka berdesak-desakan di depan loket hingga akhirnya ditenangkan petugas.

(feb/irw)



sumber:
detik.com

GARUDAKU TETAP DIDADAKU

Meskipun Indonesia telah dikalahkan oleh Malaysia tetapi semangat para pemain Indonesia tidak akan kendur.
Garuda Team (indonesia) siap mencabik cabik Macan Kimpet (Malaysia) (/red) di Gelora Bung Karno (GBK) pada pertandingan final Leg ke 2.
Cacian dan makian terus datang dari malysia. foto berikut salah satu gambaran hinaan bagi Merah Putih.

sumber: Facebook
Meskipun memdapat hinaan Garuda tetap berjuang dengan dukungan para SPORTER yang selalu mendukung GARUDA EMAS dan bagaimanpun GARUDA DIDADAKU.



red.

Garuda Loyo, Diterkam Harimau 3 Gol

Minggu, 26/12/2010, 20:54 WIB

Tampil menawan sejak babak penyisihan, Timnas Indonesia dibuat tak berdaya oleh Malaysia di leg pertama Final Piala AFF 2010, Minggu (26/12/2010) di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Dua gol 'Harimau Malaya' dicetak oleh Mohd Safee Sali, dan satu gol lagi dicetak Mohamad Ashari.

Petaka bagi Indonesia terjadi di menit 55, diawali oleh pergerakan Norshahrul Idlan yang bisa melewati penjagaan Maman Abdurachman. Umpan pendek Idlan disambut Mohammadd Safee Sali yang berdiri diantara tiga pemain belakang Indonesia. 1-0 Malaysia unggul.

Malaysia menambah gol di menit 65. Gol ini mirip dengan gol pertama lewat aksi Idlan yang memecah pertahanan Indonesia. bola liar berhasil disambar oleh Mohamad Ashari dengan tendangan keras.

Hanya berselang lima menit, Malaysia menciptakan gol ketiga. Dari umpan silang Mahalli BIn Jasuli, Safee Sali yang tak terjaga menanduk bola masuk gawang Markus buat kali ketiga.

Kedudukan tak berubah hingga pertandingan usai.

Dengan hasil ini, timnas harus bisa memasukan 4 gol ke gawang Malaysia pada leg kedua di Senayan jik aingin tampil sebagai juara. (ans/Fan)

Sumber:

Inilah Foto Sinar Laser Kecurangan Malaysia, Leg 1 Harus Diulang

Minggu, 26/12/2010, 20:55 WIB

Pertandingan leg pertama Final Piala AFF 2010 yang berlangsung di stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/12/2010) tertunda.

Pasalnya, timnas Indonesia diganggu dengan sorotan laser yang mengacaukan pandangan penjaga gawang Indonesia Markus Haris Maulana.

Kejadian itu, terbukti tertangkap kamera, sinar laser yang digunakan oleh para penonton yang diduga bekingi oleh pejabat Malaysia tersebut berwarna hijau.

Sebelumnya diberitakan, Sinar laser juga ditujukan kepara pemain timnas Indonesia sangat menganggu sang kiper Markus, Bahkan pada menit ke 35 menit Markus sempat protes kepada wasit, akibat sinar laser yang mengganggu konsentrasi.

Sinar laser juga sengaja di tujukan kepada Firman Utina saat tendangan pojok ke gawang Malaysia.

Sementara itu para suporter Indonesia di Bukit Jalil menolak hasil Final Leg 1 karena terbukti Malaysia curang. (Dom)u

Sumber:

Tiket Cepat Ludes, Wajar atau Permainan?

Jakarta - Cepat ludesnya tiket final AFF Suzuki Cup 2010 yang dijual secara online mengundang kekesalan para pemburu tiket. Apakah fenomena ini wajar ataukah ada pemainan?

Hari ini, penjualan tiket kelas VVIP, VIP Barat dan VIP Timur dilakukan melalui situs www.ticketsas.com. Baru beberapa menit sejak penjualan dibuka pukul 10.00 WIB, 6.871 tiket langsung sold out.

Hal ini mengundang kekecewaan para pemburu tiket. Seperti yang dituliskan salah seorang pembacadetikSport dalam surat elektroniknya kepada redaksi.

"FYI aja .... dari pagi jam 09.30 coba akses www. ticketsas.com nggak bisa masuk / susah sekali padahal malam sudah bikin account. Website tidak jelas kemana masuknya," tulis Jerome.

"Jam 11 bisa masuk dg susah payah  di bilang sold out .... dari mana 7000 tix sold out dlm 1 jam ... padahal akses ke websitenya aja nggak bisa," imbuhnya lagi.

Tudingan bahwa cepat ludesnya hampir 7.000 tiket dalam waktu singkat adalah akibat adanya permainan panitia dilontarkan oleh seorang pencinta sepakbola Indonesia yang minta identitasnya disimpan.

"Permainan jelas itu," sahutnya ketus.

Indikasi adanya permainan dikatakan suporter tersebut karena justru ada banyak calo yang sudah memegang voucher pembelian dan tinggal menukarkannya dengan tiket asli pada tanggal 28 Desember mendatang.

"Aku tadi dapat nomor-nomor calo, trus aku cobain satu-satu. Ada dua calo yang merespon. Mereka baru bisa menyediakan pada tanggal 28 (Desember)," bebernya.

Calon pembeli itu kemudian meminta disediakan enam buah tiket yang disanggupi sang calo. Berapa harga tiket masuk dari tukang catut? "Rata-rata naik dua kali lipat," cetusnya.

Jadi, menurut Anda, apakah habisnya tiket dalam waktu singkat itu wajar atau rekayasa?


( arp / arp )


sumber: detik.com 

Ditinggal Fiat, Yamaha Kesulitan Cari Sponsor

Jakarta - Tim Yamaha mungkin akan memulai musim 2011 dengan motor bercorak biru saja. Itu karena hingga kini mereka belum mendapatkan sponsor utama sebagai pengganti Fiat.

Masih Bulan Maret 2011 sebelum musim balap baru dimulai. Namun kekhawatiran tak bisa mendapat sponsor baru sebelum waktu tersebut tiba kini membayangi tim yang musim kemarin menyapu tiga gelar juara dunia gelar itu.

Maka Yamaha pun bersiap untuk menjalani seri pertama di Qatar menggunakan motor berwarna biru tanpa tersemat sponsor utama di motornya. Biru merupakan warna korporasi pabrikan asal Jepang tersebut.

"Musim baru akan dimulai jelang akhir Maret dan saya sudah pernah berada di situasi seperti ini sebelumnya saat kami memulai musim 2007 dengan menggunakan motor berwarna biru sebelum kami meneken kontrak dengan Fiat," ungkap bos Yamaha, Lin Jarvis, di MCN.

Meraih gelar juara dunia pembalap dan konstruktor sejak tahun 2008 ternyata tak menjami Yamaha mudah mendapatkan sponsor utama. Saat ini setidaknya ada beberapa perusahaan yang dikabarkan akan melakukan kerjasama yakni Petronas, Telefonica dan AirAsia.

"Kondisi ini jelas tidak aneh, tapi di saat bersamaan memberikan perasaan yang tak menyenangkan dan yang menjadi perhatian saya adalah soal olahraga ini (MotoGP). Karena jika tim kami meraih sukses dengan pembalap muda tak mampu menarik sponsor, maka kita harus berpikir lagi apa yang ditawarkan olahraga ini pada perusahaan komersil dan rekan-rekan kerjanya," lanjut Jarvis.

Kesulitan mendapatkan sponsor diduga masih disebabkan oleh efek dari krisis ekonomi global yang menghantam dunia beberapa waktu lalu. Yamaha, dan beberapa pabrikan lainnya, mengalami penurunan jumlah penjualan. Meski kondisi tersebut diyakini tak akan sampai mempengaruhi perfoma tim tersebut di musim depan.

"Kami harus siap, karena seperti banyak bisnis lainnya, untuk sekarang adalah bagaimana melakukan manajemen, baik dalam periode baik maupun buruk. Saya harap kami masih akan terus meraih sukses di bulan-bulan mendatang dan bekerja dengan partner yang bagus," tuntas Jarvis.



SUMBER:
http://www.detiksport.com

Tiba di Malaysia, Timnas Langsung Dielu-elukan

Jumat, 24 Desember 2010 | 14:38 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Tim nasional sepak bola Indonesia disambut hangat dan dielu-elukan oleh warga negara Indonesia yang tinggal di Kuala Lumpur. Kedatangan timnas juga disambut dengan pengalungan bunga oleh 25 siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang dikerahkan oleh Duta Besar Republik Indonesia Da'i Bachtiar, Jumat (24/12/2010).

Timnas tiba di Bandara Sultan Abdul Azis Syah Subang pukul 12.20 waktu Kuala Lumpur. Pemain yang pertama turun dari pesawat adalah bek tengah Hamka Hamzah. Para pemain kemudian bersalaman dengan Duta Besar Da'i Bachtiar dan sejumlah staf kedutaan di tepi landasan parkir.

Pemain kemudian langsung masuk ke ruang tunggu khusus. Mereka duduk sambil bersantai dan bersosialisasi di dunia maya menggunakan telepon seluler. Ada juga yang duduk sendirian menghindari keramaian di ruangan samping, seperti kiper Ferry Rotinsulu.

Di dalam ruang tunggu itu, ibu-ibu istri pejabat kedutaan mengajak para pemain idola berfoto, seperti Irfan Bachdim, Cristian Gonzales, Markus Haris Maulana, dan Firman Utina. Bachdim paling laris diajak berfoto bersama oleh kaum hawa.

Para pemain keluar dari ruang tunggu pukul 13.15 karena proses pengurusan izin masuk sudah selesai. Di lorong keluar bandara, setelah meja imigrasi, para pemain dikalungi bunga oleh anak-anak Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.

Di luar bandara, Bambang Pamungkas (BP) giliran menjadi serbuan para suporter Malaysia. BP yang pernah menjadi bintang klub Selangor FC masih menjadi idola penggemar sepak bola di Malaysia.


Sumber:

KOMPAS Agung Setyahadi

http://bola.kompas.com

Antisipasi Tekanan Lawan Piala AFF 2010

JUMAT, 24 DESEMBER 2010 | 01:54 WITA

JAKARTA -- Pelatih Timnas Merah Putih, Alfred Riedl terus mengasah permainan Firman Utina dkk sampai sesi latihan terakhir, Kamis pagi, 23 Desember. Mereka fokus berlatih untuk bisa melepaskan diri dari tekanan yang bakal diberikan Malaysia pada laga putaran pertama final piala AFF 2010, Minggu malam, 26 Desember lusa.

Riedl yakin, dalam pertandingan yang digelar di Stadion Bukit Jalil tersebut, tensi permainan bakal tinggi. Karena itu, dia mengantisipasi tekanan yang akan diberikan pemain lawan. Tapi, dengan latihan yang diberikan, Riedl melihat peluang untuk mengatasi strategi lawan tetap terbuka.

"Hari ini kita berlatih offense dan defense. Kami mengantisipasi permainan dalam ruang yang sempit, karena kami yakin akan bermain dalam tekanan tuan rumah. Dengan menu ini, saya harapkan pemain bisa memanfaatkan ruang yang ada," papar pelatih asal Autria tersebut.

Namun, dia tidak bisa mencoba strategi tersebut dengan maksimal karena beberapa pemain intinya ada yang cedera. Dia lantas memaksimalkan pemain cadangan seperti Arif Suyono untuk mengisi posisi yang rawan lowong tersebut. "Itu tidak masalah. Yang penting pada pertandingan nanti pamain kami bisa turun semua," katanya.

Kendati timnya mampu menang besar atas Malaysia pada laga penyisihan lalu dengan skor 5-1, Riedl tidak ingin terlena. Dia melihat keberhasilan Malaysia untuk lolos ke partai puncak membuktikan bahwa mereka adalah tim yang kuat.

"Saat di kandang melawan Vietnam, mereka beruntung mampu menyerang dan bertahan dengan baik sehingga menang 2-0. Di Hanoi, mereka menjadi tim yang bagus dalam bertahan dan mampu menahan imbang Vietnam 0-0. Jadi, kami harus waspada," kata Riedl.

Dia melihat kondisi dua tim yang berada di partai puncak seimbang. Meskipun di satu sisi Indonesia memiliki masalah yang lebih mengkhawatirkan dengan lima kartu kuning yang telah dikantongi. Sedangkan Malaysia, hanya mengantongi tiga kartu.

"Tentu saja itu tidak baik, bukan hanya Indonesia tapi Malaysia juga. Hal itu akan menjadi perhatian kami. Menghindari kartu kuning yang tidak penting sehingga bisa tampil lagi pada pertandingan berikutnya," terangnya.
Santai

Jika Firman Utina dkk masih sempat berlatih serius, sebaliknya tuan rumah Malaysia terkesan santai menyambut laga tersebut. Tidak ada persiapan khusus yang dilakoni tim besutan pelatih Krishnasamy Rajagopal itu. Bahkan, Rabu malam 22 Desember lalu, Mohammad Safiq Rahim dkk masih melakoni pertandingan uji coba.

Mereka ditantang klub Liga Primer Malaysia, Felda United FC, di Lapangan Kelana Jaya, Shah Alam, Selangor. Hasilnya, skuad Harimau Malaya, julukan timnas Malaysia, menang 2-0 lewat gol yang dicetak Mohammad Ashaari Shamsuddin pada menit ke-55 dan Mohammad Safee Mohammad Sali (89').
Usai turun dalam laga uji coba, para penggawa Malaysia langsung berlatih pagi kemarin.

Namun, porsinya ringan. Mereka hanya berlatih di gym yang ada di kompleks Kantor Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Lapangan Kelana Jaya berada di belakang Kantor FAM. Ada dua jenis lapangan di sana, yaitu lapangan sintetis dan rumput.

"Uji coba tadi malam (Rabu malam, red) lebih kami tekankan untuk memberikan atmosfer pertandingan kepada para pemain cadangan kami," kata Rajagopal.

Meski begitu, dia juga menurunkan beberapa pemain utama. Hanya, Rajagopal meminta pemainnya untuk tidak memforsir permainan. "Kami tekankan kepada pemain untuk berhati-hati guna menghindari cedera," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa tidak ada persiapan khusus yang dilakukan timnya untuk menghadapi Indonesia. "Tidak ada bedanya dengan laga-laga sebelumnya. Dalam saat-saat begini, saya hanya mencoba lebih memotivasi pemain," kata Rajagopal.

Pelatih yang membawa Malaysia meraih medali emas SEA Games 2009 di Laos itu bersyukur karena suasana dalam timnya tenang dan kondusif. Hanya ada dua pemain yang diragukan bisa tampil saat first leg final nanti. Mereka adalah Amrul Hardi bin Zaenal dan Mohd Khyril Muhymeen bin Zambri. Dua pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut berlatih lebih lama di dalam gym kemarin.

Soal strategi, Rajagopal belum membuat keputusan. Dia tak ingin terpancing pernyataan pelatih Indonesia Alfred Riedl yang dengan tegas akan menerapkan strategi menyerang. "Kami akan lihat bagaimana situasi di lapangan nanti. Yang pasti, saya sudah menyusun game plan," ungkapnya.

Pelatih yang oleh media Malaysia dijuluki Arsene Wenger-nya Asia Tenggara, itu tampak sudah belajar banyak dari kekalahan 1-5 pada penyisihan grup A di Jakarta lalu. Berkaca dari hasil tersebut, Rajagopal meyakini bisa membalas saat main di kandang sendiri.

"Pada dasarnya, kami tampil bagus saat itu. Buktinya, kami bisa unggul lebih dulu. Tapi, setelah itu, pemain-pemain kami kerap membuat kesalahan yang membuat gawang kami bobol lima kali. Itu tidak akan terjadi lagi," tegasnya.

Dari Surabaya dilaporkan, antusiasme masyarakat untuk menonton langsung pertandingan Timnas Indonesia melawan Malaysia di Kuala Lumpur cukup besar. Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang mendaftar untuk berangkat bersama dengan pesawat carteran eksklusif dari Citilink di Graha Pena Lantai 5 kemarin.

Sekitar 100 orang sudah mendaftarkan diri untuk terbang bersama dari Surabaya menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Masyarakat yang datang tidak hanya mendaftar untuk satu orang, banyak dari mereka yang akan berangkat bersama keluarga mereka.

Bahkan, ada yang mendaftar untuk empat orang sekaligus, yaitu, untuk bapak-ibu, dan kedua anaknya. Seperti yang dilakukan Arianto, ia mendaftarkan istri dan kedua anaknya untuk ikut terbang bersama pesawat carteran.

Pria yang tinggal di Banyuwangi itu menyatakan, setelah membaca berita di Jawa Pos (Grup FAJAR) tentang pendaftaran untuk nonton bersama ke Malaysia, ia langsung berminat. Arianto pun langsung berangkat ke Surabaya untuk mendaftar. "Kebetulan saya juga ada urusan di Surabaya," jelasnya saat ditemui di sela-sela pendaftaran kemarin.

Menurutnya, semua anggota keluarganya pendukung berat Timnas Indonesia, sejak awal ia sudah mengikuti pertandingan yang dimainkan timnas. Jadi, sangat sayang jika kesempatan berangkat dengan pesawat carteran itu dilewatkan. Ia dan keluarganya ingin secara langsung memberi dukungan kepada timnas.

Selama ini, ia hanya menonton melalui siaran televisi saja. Pria 48 tahun itu sangat bersyukur bisa menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung. "Kami yakin, timnas akan menang," jelasnya. Ia memprediksi timnas akan unggul 1-0.

Hal yang sama juga dilakukan Eko Bimantoro, ia akan berangkat dengan anaknya. Menurut pria yang tinggal di Bukit Pakis Timur itu, selain memberikan dukung kepada timnas, ia juga ingin menunjukkan bahwa orang Indonesia mampu untuk menyaksikan pertandingan sepak bola di negeri orang.

Sumber:
http://metronews.fajar.co.id

Tiket Final Habis, Massa Mengamuk



KAMIS, 23 DESEMBER 2010, 16:52 WIB


Massa emosi. Hampir sebagian besar dari massa mengantre sejak pagi.
VIVAnews - Petugas keamanan dan seorang pria penjual tiket final Piala AFF Suzuki babak belur dipukuli calon penonton. Dua penjual tiket wanita terus menangis melihat kepungan massa yang beringas.

Pantauan VIVAnews.com, dari lima loket yang dibuka, kericuhan hanya terjadi di Loket Pintu Utara, kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, yang berada di depan gerbang TVRI, Jalan Asia Afrika.

Hampir sebagian besar dari massa sudah mengantre sejak pagi. Apalagi, ada massa yang melihat seorang aparat  memaksa membeli tiket melebihi batas, yakni 10 lembar. Aturannya, hanya boleh 5 lembar dengan melampirkan foto copy identitas.

Ariyanto, petugas penjual tiket tak kuasa ketika harus mengatakan, "Tiket habis." Massa langsung beringas. Pintu depan loket, belakang, dan bagian samping dikepung massa.

Massa menggunakan bambu, melempari botol air mineral, sambil memukuli loket. Bahkan Ariyanto mendapat bogem mentah dan disodok bambu. Petugas keamanan Gelora, Agus, yang mencoba mengamankan Ariyanto juga menjadi sasaran.

Sumber:

TKI di Malaysia "Serbu" Tiket Final


Kamis, 23 Desember 2010 | 18:20 WIB



Tiket pertandingan final leg pertama Piala AFF 2010 antara Malaysia dan Indonesia di Kuala Lumpur diserbu oleh para tenaga kerja Indonesia, pelajar, dan pengusaha asal Indonesia. Penjualan tiket untuk warga Indonesia dilakukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur mulai Kamis (23/12/2010) pukul 09.00. Mereka ingin mendukung tim "Merah Putih" saat berlaga di Stadion Bukit Jalil Malaysia, Minggu (26/12/2010).
Ini kesempatan yang saya tunggu-tunggu untuk menyaksikan langsung penampilan Okto.
-- Miftakhul
Penjualan tiket final leg pertama diserbu oleh para suporter Indonesia meskipun tidak seheboh di Jakarta. Warga antre dengan tertib di depan lima loket yang disediakan. Di Stadion Bukit Jalil sebagian pendukung timnas Malaysia membeli tiket sejak loket dibuka pada pukul 09.00 waktu setempat.
Masyarakat Indonesia yang bekerja di Malaysia mengantre sejak pukul 09.00 untuk mendapatkan tiket seharga 30 ringgit atau setara Rp 86.000 per lembar. Panitia mengalokasikan 15.000 lembar tiket untuk warga Indonesia di Malaysia dari total 88.000 tiket yag dicetak.
Para pembeli tiket berasal dari berbagai macam kalangan, seperti buruh bangunan, mahasiswa, pengusaha, dan pegawai kantoran. Ada juga warga Jakarta yang sengaja datang ke Kuala Lumpur untuk menyaksikan laga final leg pertama.
Panitia hanya menyediakan tiket di tribun terbuka itu untuk pendukung Indonesia yang membeli di KBRI. Sementara tiket di tribun tertutup dijual 50 ringgit atau sekitar Rp 144.500 per lembar, yang hanya dijual di kompleks Stadion Bukit Jalil.
"Ini kesempatan yang saya tunggu-tunggu untuk menyaksikan langsung penampilan Okto (sayap serang Oktovianus Maniani) dan Gonzales," ujar Miftakhul (34), warga Lamongan yang menjadi buruh bangunan di Kuala Lumpur sejak 1991.


Sumber:
Laporan wartawan KOMPAS Agung Setyahadi

Akhirnya, Harga Tiket Final Piala AFF Turun


Ketua pantia Djoko Riyono
Kamis, 23 Desember 2010 | 15:25 WIB



Antrean tiket final Piala AFF 2010 mendadak rusuh sekitar pukul 14.00. pasalnya, tiket mendadak habis dan tak ada penjelasan lebih lanjut dari pihak PSSI. Akhirnya calon pembeli yang marah menyerbu kantor PSSI.
Untuk meredam amuk calon pembeli, akhirnya ketua pantia Djoko Riyono memberikan klarifikasi.
“Bagi penonton yang belum mendapat tiket, untuk kategoi 3 akan dialihkan besok. Sementara, untuk kategori 2 pada tanggal 26 Desember nanti,” ujarnya.
“Untuk permasalahan KTP akan segera diprosese dan diatur di pintu 10.”
Sesuai himbauan ketua PSSI Nurdin Halid. Pihak PSSI menurunkan harga tiket untuk kategori 3, dari yang semula RP.75.000 menjadi Rp.50.000.

Sumber :

Pro Kontra Naturalisasi Pemain Timnas Sepakbola di DPR

Jakarta - Masuknya pemain sepakbola naturalisasi seperti Christian Gonzales telah mendongkrak kekuatan Timnas sepakbola Indonesia hingga melaju ke final piala AFF. Anggota DPR di Senayan punya beragam opini terkait naturalisasi pemain ini.

Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, mendukung penuh naturalisasi pemain untuk Timnas sepakbola Indonesia. Ia meyakini naturalisasi adalah kunci kesuksesan Timnas di kancah kompetisi sepakbola internasional.

"Saya sangat pro dan jangan dipermasalahkan. Biarkan warna-warni memperkuat skuadron Timnas kita, itulah kekuatan kita," ujar Priyo, kepada detikcom, Kamis (23/12/2010).

Begitu cintanya dengan pemain naturalisasi, Priyo bahkan tak masalah kalau kelak Timnas sepakbola Indonesia diisi oleh pemain naturalisasi. Menurutnya, pemain naturalisasi sudah menjadi darah baru persepakbolaan tanah air.

"Tak masalah kalau semua naturalisasi, yang penting kita menang, ini saatnya kita bangkit," ujar Ketua DPP Partai Golkar ini.

Namun, pandangan bersebarangan disampaikan oleh Wakil Ketua DPR, Anis Matta. Sekjen PKS ini menilai naturalisasi pemain sepakbola menghambat pembibitan pemain handal tanah air.

"Kalau menurut saya kita ini negara besar, menekankan pada naturalisasi tidak perlu. Masak dari 240 juta penduduk tidak ada yang bisa," papar Anis.

Selain itu, Anis menuturkan, pemain naturalisasi tidak menjamin kemenangan Timnas. Timnas Filipina yang dipenuhi pemain naturalisasi saja masih bisa ditaklukkan oleh pemain Timnas Indonesia yang lebih banyak pemain lokalnya.

"Kalau saya dalam kasus seperti Filipina mereka menaturalisasi 8 pemain. Ini sangat ekstrim dan tidak bagus, buktinya mereka tetap kalah lawan Indonesia," ujar Anis, bangga.

Namun, Anis mengacungi jempol Christian Gonzales yang bisa berbahasa Indonesia. Gonzales juga sudah tinggal, berkeluarga, dan menetap di Indonesia. "Kalau Gonzales sudah seperti WNI asli," tandasnya. (mpr/van)





SUMBER:
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2010/12/23/023447/1531174/10/pro-kontra-naturalisasi-pemain-timnas-sepakbola-di-dpr?9911022

Blog Archive

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger